Rabu, 25 Mei 2016

Semua Tentang Kita by Liestya Priskila Silviana



Semua Tentang Kita

                Methodist 2 Rantauprapat, sekolah pilihan saya ketika saya memasuki bangku sekolah menengah atas (SMA). Sekolah baru, menjadi anak baru dengan suasana baru dan juga ada teman-teman dan guru-guru yang baru. Awal saya memasuki sekolah ini, saya masih merasa asing dengan teman-teman dan begitu juga mereka. Kami saling tatap menatap tapi tidak berbicara, sekedar senyum –senyum manis, dan masih pada diam-diam.

                Pada awal masuk sekolah, kami semua mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS), kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah guna menyambut kedatangan para peserta didik baru. Mental, budi pekerti, tanggung jawab, kekompakan dan kedisiplinan kami dilatih dalam MOS ini. Bahkan dalam MOS ini kami juga dapat mempererat tali persaudaraan di antara kami. Kami juga diwajibkan untuk menghafal lagu hymne dan mars PKMR Methodist 2.

MOS berlangsung selama tiga hari. Pada hari ketiga seluruh siswa-siswi kelas X akan dibagi ke dalam dua kelas. Jumlah keseluruhan kelas X sekitar 44 siswa. Pada saat pembagian kelas, saya masuk ke dalam kelas B. Dimana ada 22 siswa di dalamnya.

                Wali kelas X-B, Ibu Erika Mona Sirait guru yang biasa dipanggil ibu Mona adalah guru yang cantik, tegas tetapi  banyak yang mengatakan ia adalah guru yang killer begitu juga menurut saya. Meskipun demikian, saya tetap mengahargai dan menghormatinya sebagai layaknya seorang guru. Selain menjadi wali kelas kami, ibu Mona juga mengajar sebagai guru kimia. Ibu Mona sedang dalam keadaan hamil pada saat itu. Sekitar satu bulan kami menjadi anak murid Bu Mona. Ia sudah tidak lagi mengajar di Methodist 2 karena ia sudah melahirkan seorang anak yang selama ini ia kandung. Ia pindah ke suatu kota bersama dengan suaminya.

Kami tidak memiliki wali kelas selama berhari-hari bahkan ada sebulan. Suasana kelas terasa berbeda. Kami jadi seperti anak yang bebas karena kurang perhatian dari wali kelas. Kami jadi malas untuk piket bahkan kami jadi suka ribut. Tidak ada lagi sosok guru yang biasanya suka menasihati, memotivasi, mendisiplinkan bahkan memarahi kami.

Hingga pada suatu saat, Ibu Rosmaida Sitompul, selaku wali kelas XII IPA dan juga guru bidang studi fisikalah yang menjadi wali kelas kami. Ia adalah guru yang baik hati, simple, tegas dan kreatif. Ketika persiapan untuk pensi, Bu Ros ada memberikan ide-ide untuk kami tampilkan pada saat pensi. Ia menyuruh kami untuk menari tarian Kalimantan. Ia juga sudah mempersiapkan gerakan dari video yang didownloadnya itu. Ia membuatkan kami lirik yel-yel, bahkan ia juga membantu kami dalam membeli alat dan bahan. Meskipun Ibu Ros terkadang cerewet tetapi ide-idenya sangatlah cemerlang bagi kami.

Kami, kelas X-B sudah lama menjalani keseharian kami bersama di kelas. Kami sudah mengenal satu dengan yang lain. Sudah tampak sekarang geng-geng di kelas. Hingga pada suatu saat terjadi suatu permasalahan atau pertengkaran di dalam kelas kami. Tidak semua terlibat dalam masalah ini, permasalahan ini tejadi antara dua geng. Kelas kami terlihat tidak ada kekompakan. Masalah ini terus terjadi hingga menggangu proses belajar. Tampak sudah karakter masing-masing kami. Permasalahan ini mengungkapkan segalanya. Hingga guru bahkan kepala sekolah mengetahui hal ini. Mereka membawa kami yang bergeng ini ke kantor, dan mengungkapkan segalanya. Masalah ini selesai sudah ketika kepala sekolah kami dan wali kelas kami memperdamaikan kami.

Setelah hampir setahun saya melakukan kegiatan keseharian saya di kelas dengan teman seperjuangan saya, kini saya akan menceritakan tentang mereka. Jumlah murid di kelas saya ada 22 orang dengan 10 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan (sudah termasuk saya).  10 siswa laki-laki itu yaitu Joy, Jeremia, Andreas, Manuel, Aldo, Kevin, Berkat, Arju, Nicky, Hansen. Dan 11 siswa perempuannya yaitu Juliana, Margaretha, Vivi, Vandys, Rima, Padena, Ellyn, Nelly, Tasya, Tania, Angeline.

Joy, memiliki kelakuan yang aneh. Ia suka menggangu orang yang sedang belajar. Dia sangat malas dan susah diatur. Ia juga selalu naik sepeda ke sekolah

Jeremia, berprilaku lemah gemulai. Ia suka ikut gosip sama kaum wanita, ia baik terhadap rekannya atau gengnya. Dan termasuk orang yang blak-blakan. Sifatnya agak kasar tetapi dalam belajar dia cukup pintar dan mudah memahami.

Andreas, seorang pemain musik. Ia pandai bermain keyboard, drum, gitar, dan bass. Ia kadang suka melawan guru, sulit mengucapkan huruf r, malas belajar, tetapi kalau ada lagi mood lumayan rajin.

Manuel, seorang yang sok ganteng. Ia terlalu banyak gaya. Gaya rambut suka berganti-ganti, cara jalannya kaku, dan cara bicaranya yang gagap sehingga membuat kami ketawa. Meskipun  begitu, dia lumayan peduli dalam belajar dan juga dia memiliki kepercayaan diri yang cukup tinggi.

Aldo, seorang yang gengsian. Dia selalu sok dan berbicara yang di luar fakta bahkan suka berbohong. Tapi dia suka buat lelucon di kelas dan dia seorang pemain basket.

Kevin, seorang yang suka bengong. Ia suka tidak konsentrasi dalam belajar. Ia memiliki bibir yang besar sehingga sulit untuk menutup mulutnya. Tapi dia termasuk anak yang baik dibandingkan anak laki-laki yang lain.

Berkat, seorang yang sering absen di kelas. Ia jarang datang sekolah, tetapi akhir-akhir ini sudah lumayan rajin. Ia sering dihukum karena tidak mengerjakan PR. Tetapi dalam hal menulis dia memiliki tulisan yang paling bagus dan rapi daripada anak laki-laki yang lain karena ia selalu mengukir tulisannya dan dia juga pandai bermain bass.

Arju, seorang yang suka menyanyi. Meski suaranya tidak begitu bagus dia suka menyanyi di kelas. Ia sangat percaya diri dalam bernyanyi. Ia ada mood nya dalam belajar. Ia juga suka berbuat lelucon.   

Nicky, seorang yang suka menggombal. Ia kalau ada butuhnya pandai membuat gombalan yang membuat orang baper. Ia suka ribut dan buat onar akhir-akhir ini. Tetapi dia rajin dalam belajar dan mampu menangkap apa yang dijelaskan oleh guru. Bahkan ia termasuk kategori laki-laki yang pintar di kelas kami.

Hansen, seorang pemain musik. Ia pandai memainkan musik sama seperti Andreas. Ia adalah orang yang emosional. Suka marah-marah di kelas, suka melawan guru. Tetapi dia punya banyak teman yang juga selalu bercanda tawa dengannya. Ia terkadang malas belajar. Tetapi pada saat dia rajin, dia mudah menangkap apa yang dijelaskan oleh guru.

Juliana, seorang yang selalu memotivasi temannya. Ia bergaul dengan semua teman. Ia rajin dalam belajar. Ia juga anak yang pintar dalam belajar. Ia terkadang suka jail dan mengagetkan kami dengan mengatakan kalau ada guru datang, padahal tidak ada.

Margareth, seorang anak yang pintar. Ia selalu mendapat juara satu di kelas. Dia tidak suka jail terhadap siapapun. Dia orangnya serius dan tidak suka ribut (tetapi sudah mulai ribut). Bahkan dia pandai menari. Dia yang selalu mengajarkan kami menari jika ada suatu acara.
Vivi, seorang yang pandai berkreasi. Ia bisa melakukan pekerjaan mulok dengan bagus. Ia terkadang cerewet. Ia suka menyanyikan lagu rohani di kelas. Sahabat dekatnya ialah Rima dan Vandys. Ia anak yang rajin dalam belajar.

Vandys, seorang yang heboh. Ia suka mencari perhatian terhadap orang. Ada beberapa teman yang kurang menyukai sifatnya. Tetapi ada teman yang selalu bersamanya yaitu Vivi dan Rima. Ia adalah orang yang pintar dan tekun belajar. Ia selalu rajin dan selalu bertanya soal pelajaran kepada guru setiap saat.

Rima, seorang yang suka bernyanyi. Ia suka menyanyikan lagu barat. Ia adalah orang yang cerewet, gayanya tomboy, tetapi ramah. Ia memiliki teman yang selalu bersama dengannya, yaitu Vandys dan Vivi. Ia juga merupakan anak yang rajin dan tidak sombong.

Padena, seorang yang pendiam. Ia adalh satu-satunya orang yang pendiam di kelas kami. Ia selalu mengikuti pelajaran dengan baik. Tapi dia sulit untuk mengerti dalam belajar. Walau begitu dia rajin belajar dan tidak suka melawan guru.

Ellyn, seorang yang suka pergi jalan-jalan. Ia suka mengajak temannya pergi jalan-jalan setelah pulang dari sekolah. Ia adalah sahabat saya. Ia rajin dan tekun belajar. Ia terkadang suka ngambek jika mood nya kurang baik. Tetapi ia setia kepada kawan.

Nelly, seorang yang modis. Gayanya kekinian dan ia cukup tenar di kelas. Ia memiliki suara yang halus dan lembut. Suaranya bagus dan dia juga suka bernyanyi di kelas. Dia terkadang lambat dalam mengerjakan tugas, tetapi dia termasuk orang yang pintar.

Tasya, seorang yang suka mendesah. Ia suka mendesah tanpa sebab (mungkin karena kebiasaan). Ia adalah anak kembar. Kembarannya juga sekelas dengannya (Tania). Ia adalah anak yang tau banyak informasi di media sosial. Ia pandai dalam belajar dan dia juga rajin belajar. Ia juga pandai bermain gitar. Ia juga termasuk salah satu sahabatku dari SD.

Tania, seorang yang ceroboh. Ia sering mengerjakan tugas dengan tidak teliti. Ia adalah anak kembar. Kembarannya sekelas dengannya juga (Tasya). Ia tidaklah bodoh dalam belajar, tetapi terkadang ia malas. Tetapi ia sudah mulai rajin dalam belajar. Ia juga aktif di media sosial. Ia adalah sahabatku sejak SD.

Angeline, seorang yang kasar. Ia suka mengucapkan kata-kata yang kotor terhadap orang. Tetapi sudah mulai jarang ia lakukan. Ia termasuk kategori moddy an. Ia kadang rajin kadang malas. Ia duduk sebangku denganku. Ia akhir-akhir ini suka menyanyi. Ia juga sahabatku.

Ellyn, Nelly, Tasya, Tania, Angeline, dan Jeremi adalah sahabat saya. Meskipun kami sering bertengkar kami  juga cepat berdamai. Kami membuat sebuah grup LINE di hp kami. Nama grupnya yaitu “Bestbuddy”. Di grup ini kami selalu membagi cerita dan informasi. Kami tidak hanya bercerita di kelas saja, tetapi kami juga bercerita di grup ini.

Demikianlah yang dapat saya ceritakan mengenai karakter teman-teman saya yang saya ketahui. Saya berharap kami semua dapat berubah dari karakter yang tidak baik, supaya kelak kami dapat mencapai kesuksesan dalam hidup kami.

 

  











               
               
               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar