Semua Tentang
Kita
Methodist 2 Rantauprapat, sekolah pilihan saya ketika
saya memasuki bangku sekolah menengah atas (SMA). Sekolah baru, menjadi anak
baru dengan suasana baru dan juga ada teman-teman dan guru-guru yang baru. Awal
saya memasuki sekolah ini, saya masih merasa asing dengan teman-teman dan
begitu juga mereka. Kami saling tatap menatap tapi tidak berbicara, sekedar
senyum –senyum manis, dan masih pada diam-diam.
Pada awal masuk sekolah, kami semua mengikuti Masa
Orientasi Siswa (MOS), kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah guna
menyambut kedatangan para peserta didik baru. Mental, budi pekerti, tanggung
jawab, kekompakan dan kedisiplinan kami dilatih dalam MOS ini. Bahkan dalam MOS
ini kami juga dapat mempererat tali persaudaraan di antara kami. Kami juga
diwajibkan untuk menghafal lagu hymne dan mars PKMR Methodist 2.
MOS
berlangsung selama tiga hari. Pada hari ketiga seluruh siswa-siswi kelas X akan
dibagi ke dalam dua kelas. Jumlah keseluruhan kelas X sekitar 44 siswa. Pada saat
pembagian kelas, saya masuk ke dalam kelas B. Dimana ada 22 siswa di dalamnya.
Wali kelas X-B, Ibu Erika Mona Sirait guru yang biasa
dipanggil ibu Mona adalah guru yang cantik, tegas tetapi banyak yang mengatakan ia adalah guru yang killer begitu juga menurut saya. Meskipun
demikian, saya tetap mengahargai dan menghormatinya sebagai layaknya seorang
guru. Selain menjadi wali kelas kami, ibu Mona juga mengajar sebagai guru
kimia. Ibu Mona sedang dalam keadaan hamil pada saat itu. Sekitar satu bulan
kami menjadi anak murid Bu Mona. Ia sudah tidak lagi mengajar di Methodist 2
karena ia sudah melahirkan seorang anak yang selama ini ia kandung. Ia pindah
ke suatu kota bersama dengan suaminya.
Kami tidak
memiliki wali kelas selama berhari-hari bahkan ada sebulan. Suasana kelas terasa
berbeda. Kami jadi seperti anak yang bebas karena kurang perhatian dari wali
kelas. Kami jadi malas untuk piket bahkan kami jadi suka ribut. Tidak ada lagi
sosok guru yang biasanya suka menasihati, memotivasi, mendisiplinkan bahkan
memarahi kami.
Hingga pada
suatu saat, Ibu Rosmaida Sitompul, selaku wali kelas XII IPA dan juga guru bidang
studi fisikalah yang menjadi wali kelas kami. Ia adalah guru yang baik hati, simple, tegas dan kreatif. Ketika
persiapan untuk pensi, Bu Ros ada memberikan ide-ide untuk kami tampilkan pada
saat pensi. Ia menyuruh kami untuk menari tarian Kalimantan. Ia juga sudah
mempersiapkan gerakan dari video yang didownloadnya itu. Ia membuatkan kami
lirik yel-yel, bahkan ia juga membantu kami dalam membeli alat dan bahan. Meskipun
Ibu Ros terkadang cerewet tetapi ide-idenya sangatlah cemerlang bagi kami.
Kami, kelas
X-B sudah lama menjalani keseharian kami bersama di kelas. Kami sudah mengenal
satu dengan yang lain. Sudah tampak sekarang geng-geng di kelas. Hingga pada suatu saat terjadi suatu
permasalahan atau pertengkaran di dalam kelas kami. Tidak semua terlibat dalam
masalah ini, permasalahan ini tejadi antara dua geng. Kelas kami terlihat tidak ada kekompakan. Masalah ini terus
terjadi hingga menggangu proses belajar. Tampak sudah karakter masing-masing kami.
Permasalahan ini mengungkapkan segalanya. Hingga guru bahkan kepala sekolah
mengetahui hal ini. Mereka membawa kami yang bergeng ini ke kantor, dan mengungkapkan segalanya. Masalah ini
selesai sudah ketika kepala sekolah kami dan wali kelas kami memperdamaikan
kami.
Setelah hampir
setahun saya melakukan kegiatan keseharian saya di kelas dengan teman seperjuangan
saya, kini saya akan menceritakan tentang mereka. Jumlah murid di kelas saya ada
22 orang dengan 10 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan (sudah termasuk
saya). 10 siswa laki-laki itu yaitu Joy,
Jeremia, Andreas, Manuel, Aldo, Kevin, Berkat, Arju, Nicky, Hansen. Dan 11
siswa perempuannya yaitu Juliana, Margaretha, Vivi, Vandys, Rima, Padena,
Ellyn, Nelly, Tasya, Tania, Angeline.
Joy,
memiliki kelakuan yang aneh. Ia suka menggangu orang yang sedang belajar. Dia sangat
malas dan susah diatur. Ia juga selalu naik sepeda ke sekolah
Jeremia,
berprilaku lemah gemulai. Ia suka ikut gosip
sama kaum wanita, ia baik terhadap rekannya
atau gengnya. Dan termasuk orang yang blak-blakan. Sifatnya agak kasar tetapi
dalam belajar dia cukup pintar dan mudah memahami.
Andreas,
seorang pemain musik. Ia pandai bermain keyboard, drum, gitar, dan bass. Ia kadang
suka melawan guru, sulit mengucapkan huruf r, malas belajar, tetapi kalau ada
lagi mood lumayan rajin.
Manuel, seorang
yang sok ganteng. Ia terlalu banyak gaya. Gaya rambut suka berganti-ganti, cara
jalannya kaku, dan cara bicaranya yang gagap sehingga membuat kami ketawa. Meskipun
begitu, dia lumayan peduli dalam belajar
dan juga dia memiliki kepercayaan diri yang cukup tinggi.
Aldo, seorang
yang gengsian. Dia selalu sok dan berbicara yang di luar fakta bahkan suka
berbohong. Tapi dia suka buat lelucon di kelas dan dia seorang pemain basket.
Kevin,
seorang yang suka bengong. Ia suka tidak konsentrasi dalam belajar. Ia memiliki
bibir yang besar sehingga sulit untuk menutup mulutnya. Tapi dia termasuk anak
yang baik dibandingkan anak laki-laki yang lain.
Berkat,
seorang yang sering absen di kelas. Ia jarang datang sekolah, tetapi
akhir-akhir ini sudah lumayan rajin. Ia sering dihukum karena tidak mengerjakan
PR. Tetapi dalam hal menulis dia memiliki tulisan yang paling bagus dan rapi
daripada anak laki-laki yang lain karena ia selalu mengukir tulisannya dan dia
juga pandai bermain bass.
Arju,
seorang yang suka menyanyi. Meski suaranya tidak begitu bagus dia suka menyanyi
di kelas. Ia sangat percaya diri dalam bernyanyi. Ia ada mood nya dalam belajar. Ia juga suka berbuat lelucon.
Nicky,
seorang yang suka menggombal. Ia kalau ada butuhnya pandai membuat gombalan
yang membuat orang baper. Ia suka
ribut dan buat onar akhir-akhir ini. Tetapi dia rajin dalam belajar dan mampu
menangkap apa yang dijelaskan oleh guru. Bahkan ia termasuk kategori laki-laki
yang pintar di kelas kami.
Hansen,
seorang pemain musik. Ia pandai memainkan musik sama seperti Andreas. Ia adalah
orang yang emosional. Suka marah-marah di kelas, suka melawan guru. Tetapi dia
punya banyak teman yang juga selalu bercanda tawa dengannya. Ia terkadang malas
belajar. Tetapi pada saat dia rajin, dia mudah menangkap apa yang dijelaskan
oleh guru.
Juliana,
seorang yang selalu memotivasi temannya. Ia bergaul dengan semua teman. Ia rajin
dalam belajar. Ia juga anak yang pintar dalam belajar. Ia terkadang suka jail
dan mengagetkan kami dengan mengatakan kalau ada guru datang, padahal tidak
ada.
Margareth,
seorang anak yang pintar. Ia selalu mendapat juara satu di kelas. Dia tidak
suka jail terhadap siapapun. Dia orangnya serius dan tidak suka ribut (tetapi
sudah mulai ribut). Bahkan dia pandai menari. Dia yang selalu mengajarkan kami
menari jika ada suatu acara.
Vivi,
seorang yang pandai berkreasi. Ia bisa melakukan pekerjaan mulok dengan bagus. Ia
terkadang cerewet. Ia suka menyanyikan lagu rohani di kelas. Sahabat dekatnya
ialah Rima dan Vandys. Ia anak yang rajin dalam belajar.
Vandys,
seorang yang heboh. Ia suka mencari perhatian terhadap orang. Ada beberapa
teman yang kurang menyukai sifatnya. Tetapi ada teman yang selalu bersamanya
yaitu Vivi dan Rima. Ia adalah orang yang pintar dan tekun belajar. Ia selalu
rajin dan selalu bertanya soal pelajaran kepada guru setiap saat.
Rima,
seorang yang suka bernyanyi. Ia suka menyanyikan lagu barat. Ia adalah orang
yang cerewet, gayanya tomboy, tetapi
ramah. Ia memiliki teman yang selalu
bersama dengannya, yaitu Vandys dan Vivi. Ia juga merupakan anak yang rajin dan
tidak sombong.
Padena, seorang
yang pendiam. Ia adalh satu-satunya orang yang pendiam di kelas kami. Ia selalu
mengikuti pelajaran dengan baik. Tapi dia sulit untuk mengerti dalam belajar. Walau
begitu dia rajin belajar dan tidak suka melawan guru.
Ellyn,
seorang yang suka pergi jalan-jalan. Ia suka mengajak temannya pergi
jalan-jalan setelah pulang dari sekolah. Ia adalah sahabat saya. Ia rajin dan
tekun belajar. Ia terkadang suka ngambek jika mood nya kurang baik. Tetapi ia setia kepada kawan.
Nelly,
seorang yang modis. Gayanya kekinian
dan ia cukup tenar di kelas. Ia memiliki
suara yang halus dan lembut. Suaranya bagus dan dia juga suka bernyanyi di
kelas. Dia terkadang lambat dalam mengerjakan tugas, tetapi dia termasuk orang
yang pintar.
Tasya,
seorang yang suka mendesah. Ia suka mendesah tanpa sebab (mungkin karena
kebiasaan). Ia adalah anak kembar. Kembarannya juga sekelas dengannya (Tania). Ia
adalah anak yang tau banyak informasi di media sosial. Ia pandai dalam belajar
dan dia juga rajin belajar. Ia juga pandai bermain gitar. Ia juga termasuk
salah satu sahabatku dari SD.
Tania,
seorang yang ceroboh. Ia sering mengerjakan tugas dengan tidak teliti. Ia adalah
anak kembar. Kembarannya sekelas dengannya juga (Tasya). Ia tidaklah bodoh dalam
belajar, tetapi terkadang ia malas. Tetapi ia sudah mulai rajin dalam belajar. Ia
juga aktif di media sosial. Ia adalah sahabatku sejak SD.
Angeline,
seorang yang kasar. Ia suka mengucapkan kata-kata yang kotor terhadap orang. Tetapi
sudah mulai jarang ia lakukan. Ia termasuk kategori moddy an. Ia kadang rajin kadang malas. Ia duduk sebangku denganku.
Ia akhir-akhir ini suka menyanyi. Ia juga sahabatku.
Ellyn,
Nelly, Tasya, Tania, Angeline, dan Jeremi adalah sahabat saya. Meskipun kami
sering bertengkar kami juga cepat
berdamai. Kami membuat sebuah grup LINE di hp kami. Nama grupnya yaitu “Bestbuddy”.
Di grup ini kami selalu membagi cerita dan informasi. Kami tidak hanya
bercerita di kelas saja, tetapi kami juga bercerita di grup ini.
Demikianlah
yang dapat saya ceritakan mengenai karakter teman-teman saya yang saya ketahui.
Saya berharap kami semua dapat berubah dari karakter yang tidak baik, supaya
kelak kami dapat mencapai kesuksesan dalam hidup kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar